Kisah Suksesnya Toko Buku Gramedia - Lbfprw.Info Berita Online

Sabtu, 08 Februari 2020

Kisah Suksesnya Toko Buku Gramedia



Siapa sih yang nggak tahu Gramedia ? Ya. Toko buku yang paling laris di Indonesia. Kalian pasti sudah pernah kesanakan untuk sekedar mencari buku - buku cerita, fiksi, novel, bacaan Al-Qur’an, hadist, buku materi sekolah mulai dari TK sampai SMA, buku – buku cara masuk perguruan tinggi, cara lolos seleksi cpns, cara lolos seleksi TNIPOLRI, dan masih banyak lagi. Disini kalian bisa menemukan banyak inspirasi mengenai teori – teori apa saja yang kalian butuhkan. Setiap harinya banyak sekali pengunjung mulai dari kalagan anak sekolah bahkan para orang tua yang igin menambah ilmunya juga banyak yang datang. Biasanya disini juga disediakan tempat untuk membaca buku yang kalian beli dan tempatnya sangat luas, bersih, hening. Biasanya banyak yang  suka datang ke gramedia walau hanya sekedar untuk membaca, karena biasanya gramedia yang terletak di dalam mall pasti sangat ramai penuh pengunjung namun masih saja tetap hening. Banyak juga yang tersedia disini bukan cuma buku saja melainkan peralatan yang dibutuhan anak sekolah dan juga aksesoris yang digunakan untuk keperluan pendidikan. Nah, kalian pada penasarankan gimana sih sejarah cikal bakal gramedia itu? Dan siapa sih yang mendirikan gramedia? Kebetulan dibawah ini beberapa info tentang gramedia, yuk simak secara teliti.


Suksenya toko buku graha media atau gramedia tidak terlepas dari kerja keras dua sahabat yang pertama kali mendirikan toko ini. Dua sahabat itu memiliki visi misi dan tujuan yang sama untuk megembangkan dunia pendidikan di Indonesia supaya lebih maju lagi. Hadirnya toko gramedia ini tidak lepas dari campur tangan kedua sosok yang sangat berkontribusi dalam dunia pendidikan di Indonesia yaitu Jacob Oetama dan Petrus Kanisius Ojong.




Kompas gramedia ini sudah berdiri dari 2 Februari 1970 dan pertama kali membuka toko pada sebuah kios yang berukuran 25 meter persegi di sebuah daerah  Gajah Mada, Jakarta Pusat. Ojong merupakan orang yang bertanggung jawab pada gramedia dan arena keseriusan keduanya dalam menangani sebuah majalah intisari dan harian kompas, seiring dengan berjalannya waktu dampak yang dirasakan oleh gramedia cukup besar karena keseriusan dua orang sahabat ini. Tahun 1980 merupakan tahun yang sangat berat bagi Jacob Oetama karna pada tahun itu sahabatnya yakni Petrus telah meninggalkannya untuk selamanya, sehingga dia harus mengambil alih kendali perusahaan. Namun, dia kebingunan dalam memimpin gramedia sebab mantan seorang wartawan ini tidak tahu menahu soal management dan bisnis. Namun karena tekadnya sudah bulat dia berusaha belajar meningkatkan belajar wirausaha dan berusaha memajukan toko buka gramedia yang telah didirikannya bersama sahabatnya itu. 


Kini toko gramedia harus mulai bangkit dan mengembangkan sayapnya. Tak hanya dalam dunia perbukuan namun juga meningkat jenis produknya misalnya seperti peralatan aksesoris yang digunakan dalam dunia pendidikan. Walaupun pencapain yang luar biasa ini hingga bisa membuka gerai – gerai di seluruh Indonesia namun Jacob pria asla Magelan Jawa Tengah ini hanya bertutur kata lumayan. Jacob yang selalu berkontribusi didunia pers, media, dan jurnalistik ini memang dikenal sebagai seorang sosok yang sangat rendah hati dan banyak dikagumi para pengusaha – pengusaha lainnya yang ingin mengikuti jejak kesuksesan beliau dan alm. Petrus sahabatnya itu. Dan hingga kini gramedia sudah banyak dikenal  sebagai toko buku yang paling besar di Indonesia dan tetap menjaga dan memprioritaskan visi misi dulu untuk meningkatkan pendidikan

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda